Langsung ke konten utama

TABIAT DAUN



Tabiat Daun

Ku buka mataku lebar-lebar
Terlihat tali yang telah disimpulkan
Ku buka penutup telinga
Terdengar suara panggilan
Ku ayunkan tangan kiri ku
Seolah menyapu masa lalu
Ku angkat tangan kanan ku
Seolah meraih suatu harapan
Harapan yang menjanjikan
Bak mentari di tengah malam
Oh Tuhan, apakah ini takdir yang telah Kau tentukan?

Namun, ombak laut tak mudah tenang
Begitu pula takdir yang tak mudah untuk disimpulkan
Suatu harapan dapat menjadi penyesalan

Ku menyesal telah menyimpulkan
Sebelum tahu arti kehidupan
Oh Tuhan, apakah ini takdir yang telah Kau tentukan?

Namun, sekali lagi aku salah menyimpulkan
Tuhan tak pernah dusta tentang tali yang telah disimpulkan
Dia mengirim angin yang menjatuhkan
Dan Dia pula yang mengirim angin yang menyejukkan
Ingatlah! Tidak semua yang kita lihat dapat disimpulkan dengan apa yang terlihat

Jadilah orang yang sabar dalam menerima ketentuan Tuhan
Jadilah orang yang tegar dalam menerima takdir kehidupan

Seperti daun yang jatuh
Tak pernah sekalipun membenci angin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti bulan Ramadhan yang dirindukan di tengah wabah CoviD-19 yang mengerikan.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Teman-temanku sekalian, dalam pembahasan kali ini yang perlu kita garis bawahi dari tema tersebut adalah " wabah corona yang mengerikan ". Mengerikan bagi siapa?Yaitu bagi orang-orang yang tidak memiliki iman di dalam hatinya . Mereka menganggap CoviD-19 ini sangatlah mengerikan sehingga mereka membuat mereka takut kepadanya hingga melebihi takut mereka kepada Allah. Tetapi bagi orang-orang yang memiliki iman di dalam hatinya, mereka mengangap wabah ini merupakan sebuah ujian dari Allah Swt. Karena Allah ingin meningkatkan derajat ketakwaan para hamba-Nya. Mereka berpikir bahwa virus ini diciptakan oleh Allah SWT, maka mereka tidak sepantasnya bingung pada virus ini, tetapi mereka harus bingung bagaimana caranya mereka meningkatkan ketakwaan mereka kepada Dzat yang menciptakan virus ini. Mereka tidak bingung, namun bukan berarti mereka tidak berikhtiyar kepada Allah. Mereka tetap berikhtiyar, dengan cara melaku...

CERPEN KARYA SANTRI SMP MBS JOMBANG

"CAIR" "Falexir, apa kau siap? ” Tanya Profesor Tom. “Siap professor ” Falexir mulai memasuki sebuah tabung besar yang terhubung dengan mesin dihadapan Profesor Tom. “Baiklah, bersiaplah Falexir..! ” Profesor Tom mulai mengutak-atik mesin dihadapannya. Tombol ia tekan, tuas ia tarik dan mesin pun mulai menyala. Beberapa saat kemudian, sebuah energi mengalir melalui kabel dan mulai memasuki tabung besar tersebut. Sementara itu, Falexir mulai merasakan adanya sebuah energi yang memasuki tubuhnya. Pori-porinya terasa melebar, saraf-sarafnya menegang. Ia merasa lebih bersemangat. Tak lama kemudian, energi yang mengalir melalui kabel-kabel tersebut semakin kuat. Falexir mulai merasa ada perubahan pada dirinya. DNA-nya mulai berubah. Ia merasakan ada sebuah kekuatan marasuki setiap eritrositnya dan menyebar hingga keseluruh tubuh. Falexir yang tidak tahu akan hal itu, seketika terkejut. Seolah ada aliran listrik ribuan volt mengalir di tubuhnya. Ia hampir tak sadarkan dir...